Bawang putih (Allium sativum) telah digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun yang silam. Ulasan mengenai bawang putih bisa ditemukan dalam naskah kuno Sansekerta yang berumur 5000 tahun. Bawang putih juga ditemukan di makam Firaun yang meninggal 3.200 tahun sebelum masehi. Para ilmuwan menemukan bukti-bukti bahwa bawang putih juga dikonsumsi oleh para pekerja yang membangun piramid di Mesir karena mereka percaya bahwa bawang putih bisa menambah kekuatan.

Naskah-naskah medis kuno dari Mesir, Babylon, Cina, India dan Yunani juga menyebut-nyebut nama bawang putih. Hippocrates, dikenal sebagai Bapak Obat-obatan yang hidup tahun 460-370 sebelum masehi, menggunakan bawang putih sebagai komponen penting dalam praktek pengobatannya. Beliau meresepkan bawang putih untuk pneumonia dan berbagai jenis infeksi lainnya.

Memang fakta ini menakjubkan dimana berbagai budaya yang berbeda yang berkembang dengan caranya masing-masing akhirnya sampai pada kesimpulan umum yang sama yakni bawang putih memiliki peran yang hebat untuk mengatasi masalah kesehatan. Selama ribuan tahun, banyak orang telah merasakan manfaat bawang putih sebagai obat.

Naskah-naskah dan dongeng-dongeng kuno memang telah menerangkan keunggulan bawang putih untuk menyembuhkan infeksi bahkan untuk menghalau roh jahat. Dewasa ini ternyata cerita itu bukan lagi sekedar mitos karena para ilmuwan telah membuka tabir melalui bukti medis bahwa bawang putih handal untuk melawan infeksi, kanker dan penyakit jantung. Pada tahun 1800an Louis Pasteur, orang yang sangat terkenal jasanya dalam pengembangan vaksin, menemukan dan mencatat sifat-sifat antibakteri yang terkandung dalam bawang putih.

Bawang putih merupakan salah satu penakluk infeksi yang terbaik yang efektif untuk bakteri maupun virus. Salah satu kandungannya, allicin, merupakan antibiotik alami yang diketahui tidak menimbulkan resistensi bakteri yang diperangi. Seperti kita ketahui, akibat penggunaan obat-obat kimia, belakangan ini kita kedatangan bakteri-bakteri yang memiliki resistensi terhadap berbagai macam antibiotik sehingga bakteri-bakteri tersebut sangat sulit ditaklukan.

Ekstrak bawang putih segar juga terbukti merupakan bahan mematikan bagi berbagai jenis virus. Salah satu zat yang terkandung dalam umbi bawang putih juga merupakan zat yang efektif untuk menghancurkan bakteri dan jamur. Zat tersebut adalah allicin, yang ketika bawang ditumbuk atau digerus akan keluar dan menyatu dengan enzim allinasi membentuk senyawa antibakteri yang setara dengan penisilin berkadar 1%.

Bawang putih juga memiliki kemampuan untuk merangsang aktivitas macrophages, salah satu jenis darah putih yang berperan menelan mahluk-mahluk asing dalam tubuh seperti virus, bakteri, atau jamur. Lebih jauh lagi, bawang putih ternyata bisa membantu meningkatkan aktivitas sel T-helper (salah satu jenis sel dalam sistem kekebalan tubuh). Bawang putih juga efektif untuk melawan bakteri streptococcal (strep) yakni salah satu bakteri penyebab sakit tenggorokon.

Bahan acuan:

Huber, Gary L., The Medicinal Use of Garlic in History, AmazingHerbs.com

Baron, Jon. Lessons from the Miracle Doctors, http://www.johnbaron.com
Sumber tulisan : http://www.plantamor.com