Pada tanggal 29 Juni lalu, telah sukses diselenggarakan FGD (Focus Group Discussion) Cleaner Production di Industri Kelapa Sawit: Pemanfaatan Crop Residue” di Kampus IPB Baranang Siang.   Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Tien R Muchtadi selaku Deputi IV Bidang Sipteknas Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI dan sekaligus selaku Pengarah Riset Unggulan Strategis Nasional (RUSNAS) Industri Kelapa Sawit. Dalam pembukaannya itu, Ibu Tien menyampaikan beberapa hal diantaranya mengenai sejarah RUSNAS industri kelapa sawit, dan pentingnya kelapa sawit sebagai tanaman industri yang merupakan solusi untuk permasalahan bangsa. Selain itu kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang riset yaitu UU No 18/2002 beserta beberapa Peraturan Pemerintah yang telah tersedia.  Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia (MAKSI) selaku penyelenggara kegiatan ini mencoba menghadirkan pembicara yaitu Dr. Muh. Yusram Massijaya (Departemen THH Fahutan IPB)  yang menyampaikan makalah mengenai: “Inventarisasi dan Identifikasi Permasalahan Hasil Riset Crop Residue Kelapa Sawit dan Upaya Penyelesaiannya”. Dilanjutkan dengan presentasi dari Bapak Daud Dharsono (PT SMART Tbk) yang menyampaikan makalah tentang “Ketersediaan Bahan Baku dan Pemanfaatan Crop Residue di Industri Kelapa Sawit”.  Sebelumnya, diskusi ini diawali dengan pengantar dari Dr. Nuri Andarwulan selaku Ketua Pengelola RUSNAS Industri Kelapa Sawit yang menyampaikan konsep awal tentang terminologi dalam teknologi produksi lebih bersih (cleaner production technology) dimana produk samping: disebut juga by product dengan batasan hasil samping dari proses industri, misalnya PFAD, palm kernel meals, sabut dan Crop Residue merupakan bahan sisa hasil panen (misalnya: tandan kosong, kernel shell) dan bagian tanaman lainnya (misalnya: batang, pelepah, daun, bunga, akar). Beberapa point penting yang  perlu diperhatikan dalam diskusi ini adalah          Crop residue memiliki peluang unuk dimanfaatkan sebagai timber substitution, engineered wood product, new composit, pulp and paper, biofuel dan bioenergy, serta fine products berupa karbon aktif dan pyrolignous acid.  Berbagai riset tentang pemanfaatan crop residue telah dilakukan, walaupun pada umumnya riset tersebut masih berupa basic research sehingga sulit diadopsi oleh industri.  Untuk itu berbagai permasalahan yang masih dihadapi dalam pemanfaatan teknologi tersebut perlu diupayakan penyelesaiannya.          Di lain pihak, praktek yang selama ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit pada umumnya adalah dengan mengembalikan limbah ke kebun (kembali ke sistem).  Sedangkan pemanfaatan limbah kelapa sawit keluar sistem akan mengurangi nilai biomassa yang menguntungkan sistem budidaya kelapa sawit.  Untuk itu diperlukan pengembangan teknologi dan penelitian yang terpadu dalam rangka pemanfaatan residu kelapa sawit secara efektif dan efisien, antara lain:o        Pengembangan teknik pengomposan yang lebih cepat (pemilihan mikroorganisme)o        Pengembangan gas engine yang lebih efisien, murah dan mudah pemeliharaannyao        Pengembangan instalasi biogas yang lebih muraho        Pengembangan teknologi low pressure sterilizer