Penjaga Palang Rel Kereta Api Diadili

Suatu malam kereta api yang sedang melewati persimpangan menabrak sebuah mobil. Sang penjaga palang pintu kereta dihadapkan ke pengadilan.

Di pengadilan sang penjaga palang ngotot mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan mobil itu dengan mengayun-ayunkan lampu senter ke arah mobil itu berkali-kali selama hampir satu menit. Bahkan di depan sidang dia berdiri memperagakan bagaimana lampu senter itu diayun-ayunkannya.

Akhirnya dia dibebaskan dari hukuman.

Pengacaranya segera memuji dia karena peragaannya di depan sidang itu meyakinkan hakim bahwa dia sudah bertindak benar.

“Uiiihhh… padahal saya sudah deg-degan setengah mati waktu disidang tadi,” kata sang penjaga palang.

“Kenapa?” tanya si pengacara

“Kalau saja hakim bertanya apa waktu saya ayun-ayunkan lampunya senternya lagi nyala apa tidak…!” jawab si penjaga palang agak sedikit gemetar.

Permintaan Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi

Pada suatu hari seorang terpidana akan di eksekusi hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan berantai.

Sebelum terpidana tersebut di eksekusi oleh regu penembak, seorang kepala regu penembak menanyakan permintaan terakhir sang terpidana.

“Apa permintaan terakhir kamu sebelum ditembak mati?” tanya kepala regu pada terpidana.

“Tolong senapannya diarahkan ke orang lain, Pak!” jawab sang terpidana.

Menderita Sakit Semua Kecuali Satu Penyakit

Seorang kakek pergi ke seorang dokter.

“Dok,” katanya, “Saya begitu menderita. Saya menderita sakit dada, pusing, pening, asam urat, sembelit, kram perut, sakit telinga, mata perih, radang paru-paru, tangan dan kaki selalu pegal…”

“Pak,” kata sang dokter, “Anda mengeluh mengenai banyak penyakit yang Anda punyai…, lalu sakit apa yang tidak Anda punyai?”

Pria itu menjawab, “Gigi!”

Cara Membedakan TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, dan TNI ANgkatan Darat

Ada 2 orang sahabat sedang mengobrol-obrol sejenak,

Anto : “Eh, loe kan tahu ya bangsanya militer gitu, loe kan sering baca majalah militer, lu tahu ga ciri-ciri yang paling gampang diliat TNI angkatan udara, laut dan darat.”

Fakhri: “Itu mah gampang, coba aja orang itu lu tolong kalo dia jawab ‘Terima kasih yang setinggi-tingginya’ berarti dia angkatan udara, kalo ‘Terima kasih yang sedalam-dalamnya’ berarti angkatan laut, kalo ‘Terima Kasih yang seluas-luasnya’ berarti angkatan darat…”

Anto: “????”

Jawaban Sebuah Doa Ibu yang Kuncinya Ketinggalan di Mobil

Seorang wanita sedang bekerja ketika ia menerima telepon bahwa anak perempuannya sakit karena demam. Ia meninggalkan pekerjaannya dan mampir di apotek untuk membeli obat untuk anaknya.

Ketika kembali ke mobilnya, ia menyadari bahwa kunci mobilnya tertinggal dalam mobil. Padahal ia terburu-buru pulang untuk melihat keadaan anaknya yang sakit.

Ia tak tahu apa yang harus dilakukan, jadi ia menelepon rumah dan mengatakan apa yang terjadi kepada pengasuh anaknya, bahwa ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Si pengasuh anak berkata bahwa keadaan anaknya bertambah buruk.

Ia berkata, “Carilah sepotong besi dan pakailah untuk membuka pintu mobil.”

Wanita itu mencari-cari dan menemukan besi tua berkarat yang telah dibuang, mungkin oleh orang yang kunci mobilnya juga tertinggal di dalam mobil. Kemudian ia mengamati besi itu dan berkata, “Aku tidak tahu bagaimana menggunakannya.”

Jadi ia menunduk dan mohon agar Tuhan memberikan pertolongan. Dalam lima menit, sebuah mobil tua rongsok yang dikendarai oleh pria dekil, kotor, dan berjanggut yang mengenakan ikat kepala lusuh bergambar tengkorak, menepi.

“Apakah ia yang Kau kirim untuk membantuku?” pikir wanita itu. Tapi, ia putus asa, jadi ia sangat bersyukur atas siapapun yang dikirim Tuhan.

Pria itu keluar dari mobilnya dan menawarkan bantuan. Wanita itu berkata, “Ya, anakku sakit. Aku mampir ke apotek untuk membeli obat dan kunci mobilku ketinggalan di dalam mobil. Aku harus segera pulang. Tolong, bisakah kamu menggunakan besi ini untuk membuka pintu mobilku?”

Pria itu berkata, “Tentu saja.” Ia menghampiri mobil itu dan kurang dari semenit, pintu mobil itu terbuka.

Wanita itu memeluk si pria dan sambil menagis ia berkata, “Terima kasih banyak! Kamu orang yang sangat baik.”

Si pria menjawab, “Nyonya, saya ini bukan orang baik, saya baru saja keluar dari penjara hari ini. Saya dipenjara karena pencurian mobil dan baru saja menghirup udara segar selama sekitar satu jam.”

Si wanita itu memeluk pria itu lagi dan dengan air mata yang mencucur, ia berteriak keras, “Oh, terima kasih, terima kasih, Tuhan! Engkau bahkan mengirimkan seorang yang profesional dalam hal ini.”