Rubella adalah penyakit kulit yang cukup berbahaya. Terutama bila diderita oleh seorang ibu hamil pada tiga bulan pertama masa kehamilannya. Penyebab penyakit kulit ini adalah virus Rubella.

Rubella juga disebut campak Jerman atau campak tiga hari. Merupakan penyakit akut yang dapat menular. Namun, jika dibandingkan dengan campak, penyakit Rubella ini tidak terlalu menular.

Penularan terjadi melalui percikan ludah ketika batuk, bersin, dan udara yang terkontaminasi. Umumnya, penularan terjadi sepekan sebelum timbul bintik-bintik merah pada kulit sampai lebih kurang sepekan setelah bintik tersebut menghilang. Namun, bila seseorang tertular, gejala penyakit tidak langsung tampak. Gejala baru timbul kira-kira 14 sampai 21 hari kemudian.

Mula-mula gejala yang dirasakan berupa lesu, sakit kepala, nyeri sendi, demam, infeksi mata ringan, dan pembesaran kelenjar getah bening belakang leher. Kemudian timbul bintik-bintik merah di kulit yang mirip dengan campak. Bintik-bintik merah ini biasanya mulai timbul di dahi, kemudian di bagian lain wajah, selanjutnya di bagian bawah tubuh.

Kemerahan ini berlangsung lebih kurang 1 sampai 5 hari. Tetapi umumnya berlangsung dalam waktu 3 hari. Pembesaran kelenjar getah bening belakang telinga muncul sebelum timbul bintik-bintik merah di kulit dan menetap sampai beberapa hari setelah kemerahan menghilang. Gejala penyakit Rubella ini kadang sangat ringan pada orang dewasa.

Meskipun jarang terjadi, namun radang otak merupakan komplikasi penyakit Rubella. Komplikasi yang dapat timbul adalah peradangan pada telinga tengah. Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat, sehingga gejala yang dirasakan dapat berkurang.

Selain itu, hendaknya melakukan upaya peningkatan daya tahan tubuh seperti makan makanan yang bergizi, cukup istirahat, dan banyak minum. Setelah menderita penyakit ini, penderita akan mendapat kekebalan seumur hidup terhadap penyakit Rubella. (berbagai sumber)